1. Home
  2. read
  3. Tutorial Mengenal Aturan Dasar Penulisan Kode PHP

Tutorial Mengenal Aturan Dasar Penulisan Kode PHP



 Tutorial Mengenal Aturan Dasar Penulisan Kode PHP


Dalam penulisan PHP terdapat aturan-aturan atau prosedur untuk penulisan seperti cara mengakhiri sebuah baris perintah, lalu (case sensitive) yaitu penulisan besar kecilnya huruf dan sampai penggunaan spasi dalam penulisan PHP.

Karena dalam kasus-kasus yang terjadi sering kali kurangnya perhatian terhadap detail kode program yang ditulis sehingga menyebabkan error dan apabila kita tidak tahu aturan dalam penulisan kode php tentu akan menimbulkan kebingungan dalam mengatasi masalah dasar yang terjadi.

Dan kali ini CODEKOP akan membahas tentang Mengenal Aturan Dasar Penulisan Kode PHP. Berikut adalah aturan dasar penulisan kode PHP :


1. CASE SENSITIF ( Menentukan Penulisan Besar Kecil Huruf )

 PHP tidak membedakan Case Sensitif ( Penulisan Besar dan Kecil ) untuk penamaan fungsi ( Function ), nama Class maupun keyword asli PHP seperti echo, while, dan Class.

Contoh seperti dibawah ini :

<?php
    Echo "Hello World";
    ECHO "Hello World";
    EcHo "Hello World";
?>

Tetapi PHP sangat memperhatikan Case Sensitif dalam penamaan variabel. Jika membuat 3 variabel seperti $Halo, $HALO, dan $halo dalam contoh penulisan variabel tersebut akan dibaca sebagai tiga variabel yang berbeda walaupun meski sama dari segi membacanya.

Seperti Contoh di bawah ini :

 <?php
    $halo = "Halo Codekop Part 1 !";
    $Halo = "Halo Codekop Part 2 !";
    $HALO = "Halo Codekop Part 3 !";

    echo $halo; 
    echo $Halo; 
    echo $HALO; 
?>
 

Jika dalam penulisan Variabel lebih dari 2 kata yang menggunakan huruf kecil sebagai variabelnya disarankan untuk memakai tanda underscore ( _ ) sebagai tanda pengganti spasi. contoh : $halo_dunia.


2. PENULISAN BARIS PERINTAH DALAM PHP

Statment adalah baris perintah, bagaimana PHP tersebut bekerja. Lebih tepatnya Statment yaitu kumpulan perintah PHP yang menginstruksikan PHP untuk melakukan sesuatu. Baris perintah ini terdiri dari dari satu baris singkat ( Seperti perintah echo untuk menampilkan text atau layar ) atau yang bisa lebih rumit seperti Looping dan Statment IF / Kondisi IF.

Contoh :

<?php
    $halo = "Halo Codekop";
    echo $halo; 

    $a = "Codekop";
    $b = "Codekop";

    if($a == $b){
        echo "Ini Website Codekop";
    }
?>

Terlihat dari beberapa contoh baris perintah diatas, PHP menggunakan tanda semicolon (titik koma) “;” sebagai tanda akhir baris perintah.

<?php
    if (true) {
        echo "perintah dijalankan"; 
    }
?>

Kumpulan baris perintah yang menggunakan tanda kurung kurawal seperti kodisi IF atau perulangan (loop) tidak membutuhkan tanda titik koma setelah kurung penutup.


3. PENGGUNAAN SPASI DAN BARIS BARU

Secara umum, penggunaan Spase dan Baris baru pada execute script PHP tidak terlalu pengaruh. anda dapat statement lebih dari satu dalam satu baris secara bersamaan, misalnya :

<?php
    $nilai = "4"; echo " Nama Mahasiswa Fauzan "; echo "Saya mendapatkan nilai "; echo $nilai;
?>

Bentuk penulisan yang paling baik saran saya adalah bentuk kedua hal itu agar dapat mudah di baca oleh programmer-programmer lain.

<?php
    $nilai = "4"; 
    echo " Nama Mahasiswa Fauzan "; 
    echo "Saya mendapatkan nilai : "; 
    echo $nilai;
?>

Oke itu saja tutorial pada kali ini mohon maaf jika ada kesalahan kata terima kasih, semoga bermanfaat.



Fauzan Falah

Penulis https://codekop.com/ , http://maswin.id/ | Github : https://github.com/fauzan1892/ | portfolio : https://fauzan.codekop.com/

Profil Penulis Semua Postingan


Komentar