Oracle menggunakan ChatGPT Work dan Codex untuk mengubah pengetahuan spesialis menjadi workflow yang cepat dan dapat diulang. Ringkasan sumber menyebut penerapannya mencakup rekrutmen, engineering, dan operasi, dengan tujuan mengubah pekerjaan yang sebelumnya memerlukan berhari-hari menjadi hitungan menit.
Dari pengetahuan ke workflow
Inti pendekatan yang disampaikan sumber adalah menjadikan pengetahuan spesialis sebagai alur kerja yang dapat digunakan berulang. ChatGPT Work dan Codex dipakai dalam konteks rekrutmen, engineering, serta operasi.
Sumber menggambarkan perubahan durasi kerja dari hitungan hari menjadi menit. Klaim tersebut berlaku pada konteks workflow Oracle yang dibahas, sehingga penerapannya pada organisasi lain perlu diuji secara terpisah.
Pelajaran untuk developer
Developer tidak hanya membangun fitur yang terlihat pengguna. Mereka juga dapat membantu memetakan prosedur internal, input yang dibutuhkan, aturan validasi, dan output yang harus dihasilkan sebuah workflow.
Workflow yang baik perlu memiliki batas yang jelas: data apa yang boleh diproses, tindakan apa yang memerlukan persetujuan, dan kapan pekerjaan harus dialihkan kepada manusia. Struktur ini membuat otomasi lebih mudah dipantau dan dipelihara.
Manfaat bagi bisnis
Bagi bisnis, workflow yang dapat diulang dapat mengurangi ketergantungan pada proses manual yang sulit diskalakan. Nilai bisnisnya bukan hanya kecepatan, tetapi juga konsistensi, dokumentasi, dan kemampuan mengukur hasil dari proses yang sebelumnya berjalan secara ad hoc.
Sumber asli: OpenAI News — How Oracle turns days of work into minutes with ChatGPT and Codex
Transparansi: Artikel ini disusun bersama Codekop AI berdasarkan sumber yang tercantum, lalu ditinjau dan disunting oleh Fauzan Falah. AI dapat keliru, jadi silakan cek kembali sumber asli.