Laravel Boost memperkenalkan Project Rules untuk membantu AI Agent memahami konvensi yang digunakan dalam sebuah aplikasi Laravel. Aturan project disimpan di dalam folder .ai/rules dan dapat diberi cakupan berdasarkan pola file tertentu.
Ide dasarnya sederhana: setiap project memiliki cara kerja yang berbeda. Ada project yang memakai service class, ada yang menggunakan action, sebagian meletakkan validasi di Form Request, sementara project lain memiliki aturan penamaan, testing, dan struktur folder sendiri. AI akan memberikan hasil yang lebih berguna jika aturan tersebut tersedia sebagai konteks yang bisa dibaca.
Aturan berdasarkan file yang dikerjakan
Project Rules dapat diarahkan menggunakan file glob. Dengan cara ini, agent hanya membaca aturan yang relevan dengan file yang sedang dikerjakan. Aturan untuk model, controller, migration, test, atau komponen frontend dapat dipisahkan sehingga konteks tidak bercampur dan instruksi lebih mudah dipelihara.
Pendekatan tersebut juga membantu tim menghindari prompt panjang yang harus dikirim berulang kali. Konvensi penting dapat diletakkan dekat dengan project, ditinjau melalui version control, dan diperbarui bersama perubahan arsitektur aplikasi.
Contoh aturan yang berguna
Tim dapat mendokumentasikan aturan seperti kewajiban membuat test untuk service baru, penggunaan Form Request untuk validasi, larangan mengakses database langsung dari controller, format penamaan route, atau cara aplikasi menangani error.
Aturan sebaiknya dibuat jelas dan dapat diverifikasi. Instruksi yang terlalu umum akan sulit membantu agent. Sebaliknya, aturan yang fokus pada pola file dan contoh implementasi akan lebih mudah dipakai ketika agent mengubah kode.
Tetap perlu review manusia
Project Rules tidak menjamin setiap hasil AI benar. Developer tetap perlu meninjau diff, menjalankan test, memeriksa keamanan, dan memastikan perubahan sesuai kebutuhan bisnis. Aturan juga perlu dirawat agar tidak bertentangan dengan dokumentasi terbaru atau konvensi yang sudah berubah.
Dengan kombinasi aturan project, review, dan automated test, AI dapat digunakan sebagai bagian dari workflow development tanpa menghilangkan kendali teknis dari tim.
Kesimpulan
Laravel Boost Project Rules memberi cara yang lebih terstruktur untuk mengajarkan konvensi aplikasi kepada AI Agent. Penyimpanan aturan di .ai/rules dan dukungan cakupan file membuat konteks lebih terarah.
Bagi tim Laravel yang mulai memakai AI dalam proses coding, pendekatan ini dapat menjadi dasar untuk menjaga hasil tetap sesuai arsitektur dan kebiasaan project.
Sumber:
https://laravel-news.com/laravel-boost-project-rules